ARTICLE AD BOX
Drawing fase gugur 16 besar Liga Champions 2024/2025 menghasilkan beberapa gelaran Big Match yang sayang untuk dilewatkan tiap detiknya. Salah satunya adalah pertemuan dua pemimpin klasemen di liga domestik masing-masing antara Paris Saint-Germain melawan Liverpool. Kedua tim saling bertatap muka di pentas Eropa dengan status sedang di atas angin dari para rival. PSG seperti biasa tanpa perlawanan berarti dari peserta liga petani, sedangkan Liverpool semakin melebarkan jarak poin dengan 19 penghuni lain di liga berlogo singa.
Berpeluang besar untuk menamatkan liga di negara mereka musim ini membuat Le Parisiens dan The Kop kini mengincar target trofi lain untuk menggenapi pencapaian, termasuk Si Kuping Besar. Satu di antara mereka terpaksa harus mengubur mimpi tersebut jika tumbang.
PSG Tetap Perkasa di Ligue 1
Tidak ada perbedaan mencolok dari aksi PSG di hajatan Ligue 1 musim ini. Meskipun telah ditinggal oleh Kylian โKikyโ Mbappe ke Valdebebas, mereka tetap saja melakoni pertandingan demi pertandingan dengan lancar jaya selayaknya di musim-musim sebelumnya. Sepertinya, kehilangan sang mega bintang sekaligus top skor sepanjang masa bukanlah halangan bagi klub asal ibu kota Prancis untuk tetap tampil superior.
Fakta di lapangan berbicara bahwa PSG masih memuncaki klasemen Ligue 1 hingga journee ke-23 dengan hasil 18 kemenangan, 5 seri, dan masih belum ada satupun lawan yang berhasil mempecundangi anak didik Luis Enrique, sekalipun ituย Olympique Marseille, Olympique Lyon, Lille, maupun AS Monaco.
Sepeninggal Mbappe yang angkat koper ke Spanyol, PSG mengandalkan Ousmane Dembele dan Bradley Barcola sebagai pemain kunci di sektor serang. Sejauh ini keduanya mampu membayar kepercayaan yang diberikan Enrique dengan menunjukkan performa yang on fire di panggung liga.
PSG beat Lyon and remain ๐๐๐๐๐๐๐๐ in Ligue 1 pic.twitter.com/KutW2R9ddf
โ 433 (@433) February 23, 2025
Musim 2024/2025 sepertinya adalah titik balik bagi karir Dembele. Sebab ia seperti kembali ke fitrah sebagai penyerang yang akrab dengan gol. Sempat tertutup oleh bayang-bayang Mbappe, Dembele kini banjir pujian dari para fans setelah menjelma sebagai top skor sementara bagi PSG di Ligue 1 dengan 17 gol. Dembele bersaing dengan eks striker Manchester United, Mason Greenwood yang menempel ketat dengan 14 gol.
Hengkangnya Mbappe juga membawa berkah bagi Bradley Barcola. Datang dari Lyon musim lalu dengan mahar cukup mahal untuk ukuran pemain 22 tahun, talenta keturunan Prancis-Togo akhirnya sanggup membuktikan kualitasnya. Duduk di posisi kedua top skor bagi PSG dengan 11 gol sudah cukup membuat Barcola jadi buah bibir dan digadang akan jadi ikon masa depan PSG.
Selain Dembele dan Barcola, peran serta pemain lain juga amat berpengaruh terhadap kokohnya PSG di tangga nomor satu. Ada Goncalo Ramos yang impresif sebagai pelapis utama Dembele, Vitinha yang cerdik mengorkestrasi barisan tengah, Lee Kang-In yang daebak sebagai winger, hingga Achraf Hakimi yang bukan hanya taktis mengawal pertahanan, tetapi juga bisa menyumbang gol kemenangan.
Dengan kondisi skuad yang kompak satu sama lain, PSG punya kans untuk menyapu bersih sisa laga di Ligue 1 tanpa noda hitam kekalahan. Praktis tinggal tersisa Lille dan Marseille yang berpotensi menghalangi upaya klub yang bermarkas di Parc de Princes. Jika berhasil memastikan status unbeatean, nama Luis Enrique akan diukir dalam Hall of Fame sebagai manajer PSG pertama yang melakukannya.
Liverpool Kedinginan di Puncakย
Sementara dari sisi lawan, sudah 4 bulan Liverpool menggigil kedinginan di puncak klasemen Premier League setelah mengkudeta tahta Manchester City. Pasukan Arne Slot merebut pucuk pimpinan mulaiย gameweek ke-10 pada November 2024 setelah membungkam Brighton di Anfield dan di waktu bersamaan The Sky Blues terjungkal oleh Bournemouth pimpinan Andoni Iraola. Sejak saat itu, laju Merseyside Merah bertambah ngebut dan mulai tidak terbendung.
Terbaru, Mohamed Salah cs memperlebar gap dalam perburuan titel menjadi 13 poin pasca menggulung Newcastle United 2-0 di kandang. Dengan hasil tersebut, deretan pesaing terdekat seperti Arsenal, Nottingham Forest, dan Manchester City semakin dibuat was-was karena peluang untuk menggapai juara semakin terjal. Aksi jagoan Liver Bird terlampau konsisten.
13 points clear at the top of the Premier League with 11 match days left. Liverpool are closing inโฆ pic.twitter.com/WzHfqJQST6
โ ESPN FC (@ESPNFC) February 26, 2025
Trengginasnya Liverpool, khususnya di kancah liga kali ini adalah sebuah anomali. Sebelum musim 2024/25 bergulir, ramai bermunculan anggapan kalau rival sekota Everton ini akan menemui halang rintang. Alasannya, Liverpool sedang dalam transisi dari era Renaissance yang bergelimang trofi dan puja-puji bersama Jurgen Klopp, menuju rezim si botak gemoy, Arne Slot yang baru mendarat dari Belanda.
Belum lagi aktivitas pasif Liverpool di lantai bursa transfer musim panas 2024 membuat kedalaman skuad rumpang. Liverpool diprediksi tidak begitu mencolok, apalagi ikut nimbrung dalam perlombaan sprint menuju gelar liga.
Entah mendapat kekuatan dahsyat dari mana, Arne Slot berjaya membungkam celotehan berisik haters dengan mempersembahkan permainan ala dirinya, yang bikin klub-klub Premier League perlu berpikir ulang untuk sesumbar akan mengalahkan The Reds.
Slot mengedepankan formasi 4-2-3-1 menggantikan 4-3-3 yang jadi pakem Klopp dengan gegenpressing-nya. Beberapa perubahan yang kentara dalam taktik Slot adalah menempatkan Ryan Gravenberch sebagai number six menggantikan Alexis Mac Allister dan mengembalikan Trent Alexander-Arnold ke posisi idamannya sebagai bek kanan.
Hasilnya seperti yang kita tahu, Liverpool merangsek ke papan atas hanya dalam beberapa pertandingan. Sebelum nyaman di pucuk, Liverpool terlibat pergulatan sengit dengan jawara bertahan Manchester Biru untuk memperebutkan status penguasa klasemen. Sekarang Liverpool jadi yang paling difavoritkan keluar sebagai pemenang Premier League di akhir musim nanti.
Urusan kekurangan darah segar di skuadnya, Slot justru memaksimalkan stok penggawa yang ada dengan cerdik. Mantan pelatih Feyenoord tersebut membuat metode latihan khusus yang sesuai dengan pengkondisian para pemain. Tujuannya agar meminimalisir kemungkinan terjadinya badai cedera saat jadwal kompetisi sedang padat merayap. Inovasi inilah yang tidak terpikirkan oleh Klopp sepanjang masa kerjanya di Anfield.
Raja Minyak yang Terjebak Di Playoff
Gagah di liga sendiri belum tentu jadi jaminan untuk tampil moncer di Liga Champions. Justru itulah yang terjadi pada PSG di delapan laga babak awal yang menggunakan sistem baru berupa klasemen. Alih-alih dapat lolos ke fase knockout dengan mulus, klub empunya raja minyak malah terjerembab ke zona playoff.
Meski sempat mendulang tiga kemenangan beruntun di penghujung fase awal melawan Salzburg, City, dan Stuttgart, rupanya belum cukup untuk menerbangkan PSG langsung ke 16 besar. Alhasil Gianluigi Donnarumma cs terpaksa mendarat di posisi ke 15 dengan hasil 4 menang, 1 seri, dan 3 kalah.
Demi memperebutkan jatah sisa ke babak berikutnya, PSG harus bersaing dengan 15 klub yang sama-sama nyasar ke playoff. Sebelum hasil drawing UEFA diumumkan, fans dibuat deg-degan karena tim asal Paris bisa saja berjumpa dengan lawan yang menyulitkan dan berpotensi mengubur asa memenangi Liga Champions, seperti Juventus, Manchester City, Bayern Munchen, AC Milan, hingga raja terakhir Real Madrid yang kebetulan lagi apes.
Untungnya, PSG mendapat gacha yang wangi kali ini. Lawan yang dihadapi adalah Brest, klub dari wilayah barat Prancis yang dianggap kuda hitam di Liga Champions, padahal aslinya makanan empuk PSG di Ligue 1.
Sebelum dijadwalkan untuk saling gelut di playoff, PSG sudah lebih dulu mengamuk 3-1 di markas sendiri dan 2-5 saat bertamu atas Brest di kancah liga. Sudah jelas kalau Brest bukanlah lawan yang sepadan bagi runner-up Liga Champions 2020.
PSG destroy Brest 10-0 on aggregate. pic.twitter.com/pbIvbEl0xz
โ EuroFoot (@eurofootcom) February 19, 2025
Leg pertama tersaji di Stade du Roudourou pada 12 Februari 2025. Kedua tim mengusung misi yang berbeda jelang laga tersebut. Brest selaku tuan rumah berusaha sebisa mungkin untuk memberikan kejutan pada lawannya dari ibu kota demi mempertahankan status sebagai debutan yang diperhitungkan. Beda dengan PSG yang cenderung lebih santai karena telah mengantongi rekor yang bagus dan diunggulkan di atas kertas.
Sepanjang laga, kedua tim saling jual-beli tembakan yang membuat suasana jadi lebih seru dan hidup. Memasuki menit ke-21 PSG mendapat giveaway penalti setelah gelandang Brest, Pierre Lees-Melou tertangkap kamera VAR melakukan handball di kotak 12 pas. Vitinha yang bertindak sebagai algojo sukses mengecoh kiper dan membawa Les Parisiens unggul. Brest nyaris menyamakan skor andai sepakan Abdallah Sima tidak membentur mistar gawang PSG.
Fans harus berterima kasih pada jasa Ousmane Dembele karena berkat brace di menit ke 45 dan 66, PSG pulang membawa buah tangan kemenangan meyakinkan 3-0. Modal yang lebih dari cukup untuk menatap leg kedua dan menanamkan optimisme. Satu kaki PSG sudah dipastikan menapak ke fase 16 besar.
Selang seminggu setelahnya, tepatnya pada 20 Februari 2025, giliran Luis Enrique yang menjamu Eric Roy beserta serdadunya di Parc de Princes. Target kedua tim sudah jelas berbeda kali ini. PSG berambisi untuk menambah jumlah agregat, kalau bisa sebanyak-banyaknya. Sementara Brest memilih nothing to lose sambil memastikan tidak kebobolan lebih parah.
Suhu di Paris malam itu menunjukkan angka 4 derajat celcius. Hawa yang sebenarnya dingin dan sejuk, tetapi tidak untuk segelintir penggemar Brest yang melawat ke stadion.
Mereka merasakan panas bak terpanggang di kerak neraka setelah melihat Brest dicukur habis 7 gol tanpa belas kasihan. Tidak perlu menunggu wasit meniup peluit akhir untuk mengetahui lolosnya PSG dari playoff. Lagi dan lagi Ousmane Dembele jadi MVP di medan pembantaian tersebut dengan aksinya yang bikin pusing pemain Brest.
Anfield Gang Baru Sekali Tumbang
Kalau PSG dengan statusnya sebagai nomor satu di liga harus terperosok ke jebakan playoff, lain halnya dengan Liverpool. Klub kota kelahiran The Beatles bukan hanya pemimpin di Premier League, tetapi juga raja di klasemen fase awal Liga Champions. The Anfield Gang secara mengejutkan memantati raksasa-raksasa Eropa dengan segudang pengalaman di Liga Champions, termasuk Blaugrana dan La Beneamata.
PSV end Liverpoolโs perfect record and are through to the knockout phase play-offs #UCL pic.twitter.com/7tRTHvamlv
โ UEFA Champions League (@ChampionsLeague) January 29, 2025
Dari delapan musuh yang dihadapi di fase awal, pasukan Arne Slot hanya sekali tumbang atas wakil Eredivisie PSV Eindhoven di Philips Arena. Selebihnya berakhir manis dengan mengamankan 3 poin, contohnya saat mempermalukan Real Madrid 2-0. Liverpool jadi satu-satunya klub yang masih digdaya di Liga Champions 2024/25.
Mohamed Salah, Cody Gakpo, dan Luis Diaz adalah pemain penting membawa The Reds tampil apik di Liga Champions musim ini. Mereka berkontribusi dengan masing-masing menyumbang 3 gol. Jangan lupakan juga duo kiper yang masuk jajaran kandidat golden gloves, Alisson Becker dengan 2 kali clean sheets dan Caoimhin Kelleher dengan 3 kali clean sheets.
Head to Head
Sepanjang sejarah Liga Champions, PSG dan Liverpool memang baru sempat 2 kali adu jotos. Keduanya sama-sama terjadi pada musim 2018/19 alias enam tahun lalu di babak Grup C dengan masing-masing klub meraih kemenangan. Meski jarang bertemu, bukan berarti duel mereka tidak istimewa. Ada momen menarik yang terkandung di dalamnya.
Pada pertemuan pertama di Anfield 19 September 2018, Liverpool yang masih dipimpin Jurgen Klopp berhasil comeback di injury time lewat gol dari Roberto Firmino menit ke 90+2. Liverpool menang tipis 3-2 dan menggagalkan upaya PSG mencuri 1 poin.
90+2โฒ
Firmino scores for Liverpool against Paris #UCL pic.twitter.com/mvDId8ZtzP
โ UEFA Champions League (@ChampionsLeague) February 21, 2025
Lalu, PSG gantian menggasak Liverpool di Paris pada 29 November 2018 dengan skor 2-1. Dua gol wakil Ligue 1 dicetak Juan Bernat dan Neymar, sementara penalti James Milner belum cukup untuk menyelamatkan muka Liverpool.
Dengan kekuatan yang sudah serba berbeda, keduanya kini kembali dipertemukan dalam pagelaran fase gugur Liga Champions. PSG besutan Luis Enrique dipastikan akan mengandalkan trio bomber Bradley Barcola, Ousmane Dembele, dan Khvicha Kvaratskhelia untuk meluluhlantakkan bek-bek Liverpool. Sementara Arne Slot siap memberi pelajaran berharga pada PSG dengan tekanan dalam intensitas yang tinggi. Menarik untuk dinantikan duel penguasa sementara liga domestik di kancah Eropa. Kira-kira siapa bakal ke perempat final?
espn, transfermarkt, bbc, liverpoolfc, ย goal.
The post PSG vs Liverpool: Adu Jotos Dua Penguasa Liga di Pentas Eropa appeared first on Starting Eleven.