ARTICLE AD BOX
Football5Star.net, Indonesia – Pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone emosional di konferensi pers pasca laga lawan Real Madrid saat berkomentar soal insiden penalti Julian Alvarez yang dibatalkan. Dia bertanya kepada semua wartawan apakah ada yang melihat Alvarez menyentuh bola dua kali.
Real Madrid lolos ke perempat final Liga Champions setelah berhasil mengalahkan Atletico lewat adu penalti pasca laga berakhir imbang secara aggregat 1-1 (13/3/25). Pada babak adu penalti, gol Julian Alvarez dianulir karena dianggap sang pemain melakukan double touch.

Dan sementara Carlo Ancelotti bersikeras bahwa Alvarez menyentuh bola dua kali, Simeone tidak mempercayainya setelah diperlihatkan cuplikannya oleh Movistar sebelum menuju konferensi pers pascapertandingannya.
“Apakah Anda sudah melihatnya? Apa yang Anda lihat? Apakah dia menyentuhnya (dua kali)? Jangan takut,” tanya Simeone kepada wartawan seperti dilansir Football5Star dari Forbes.
“Apakah Anda melihatnya? Apa yang mereka lihat? Apakah dia menyentuhnya? Jangan takut. Apakah ada orang di sini yang melihat bahwa Julian menyentuhnya dua kali? Angkat tangan Anda. Pertanyaan lain. Saya belum berbicara dengan Julian.”
Diego Simeone: Saya Tak Mau Bicara Soal Keberuntungan

Simeone percaya bahwa timnya akan menjadi pemenang yang sangat pantas di babak 16 besar ini.
“Saya tidak akan berbicara tentang keberuntungan. Saya akan berbicara tentang rasa bangga terhadap tim yang kami miliki, cara kami selalu bersaing dan itu akan tetap menjadi sejarah proses yang kami miliki di klub ini,” ujar Simeone.
“Itu adalah pertandingan yang sangat terkontrol dengan baik setiap saat. Kami memiliki peluang untuk menambah skor, kami tidak memiliki ketepatan di akhir musim, mereka menguasai bola tanpa peluang. Penalti (Vinicius) datang, mereka gagal dan saya pikir kami memainkan permainan yang luar biasa.
“Saya bangga dengan para pemain kami. Tentunya mereka selalu mengalahkan kami di Liga Champions, tetapi mereka mengalami masa-masa sulit, mereka benar-benar mengalami masa-masa yang buruk.”