ARTICLE AD BOX
Football5Star.net, Indonesia – Ada kegembiraan ganda yang dirasakan Gianluigi Donnarumma setelah membawa Paris Saint-Germain lolos ke perempat final Liga Champions 2024-25, Rabu (12/3/2025) dini hari WIB. Selain gembira karena jadi pahalwan dalam adu penalti, dia juga senang bisa membungkam kritik.
Pada leg II babak 16 besar Liga Champions yang berlangsung di Stadion Anfield milik Liverpool, selain Ousmane Dembele yang mencetak satu-satunya gol dalam 120 menit, Donnarumma menjadi pahlawan PSG. Dia menyelamatkan eksekusi Darwin Nunez dan Curtis Jones pada adu penalti yang mengantar Les Parisiens menang 4-1.

Selepas pertandingan, kiper asal Italia itu tak bisa menutupi kegembiraannya. Dia juga tak segan menyentil media-media Prancis yang mengkritiknya saat PSG kalah 0-1 pada leg I di Parc des Princes. Saat itu, dia jadi kambing hitam karena kebobolan dari 2 tembakan akurat Liverpool sepanjang laga. Sebaliknya, Alisson Becker membuat 9 penyelamatan.
“Aku membaca banyak kritik dari jurnalis, jika Anda bisa menyebut mereka begitu, tanpa tahu pekerjaannya. Pada leg I, kami menderita 1 tembakan tepat ke gawang dan menjadi gol. Itu seperti jadi kesalahanku. Aku selalu berpikir tentang tersenyum, memberikan yang terbaik, dan bekerja untuk tim,” urai Gianluigi Donnarumma kepada Sky Sport seperti dikutip Football5Star.net dari Tuttomercatoweb.

Ulah Unik Gianluigi Donnarumma
Aksi heroik Gianluigi Donnarumma di Anfield juga diwarnai hal menarik. Sebelum adu penalti dimulai, dia sempat-sempatnya berlari masuk ke ruang ganti. Banyak orang mungkin mengira dia kebelet untuk buang air. Namun, kenyataannya tidaklah begitu. Justru di sanalah ada rahasia kesuksesannya menahan 2 eksekusi pemain Liverpool.
“Aku harus buang air kecil… Bercanda. Aku harus mempersiapkan sesuatu dengan pelatih kiper. Kami harus berdiskusi untuk coba menyelamatkan beberapa penalti yang dilakukan lawan,” ujar kiper berumur 26 tahun yang telah membela Les Parisiens sejak musim 2021-22 tersebut.

Meskipun lantas mampu menahan ekskusi Darwin Nunez dan Curtis Jones, Donnarumma tak lantas menepuk dada. Dia menyebut kesuksesan PSG menyingkirkan Liverpool adalah hasil kerja semua pemain di lapangan. Mereka mampu mengeksekusi dengan baik rencana yang disiapkan pelatih Luis Enrique.
“Aku senang dengan performa tim. Kami tahu akan menderita malam ini karena datang ke sini tidaklah mudah. Bermain di stadion dengan penonton luar biasa ini tidak mudah. Selalu sulit bemain di Anfield, terutama jika harus membalikkan ketertinggalan 0-1 dari leg I. Kami bermain hebat, berjuang seperti yang seharusnya,” ucap dia lagi.