ARTICLE AD BOX
Football5Star.net, Indonesia – Frustrasi berat. Itulah yang dirasakan Ruben Amorim setelah Manchester United takluk 0-1 di kandang Nottingham Forest pada pekan ke-30 Premier League 2024-25, Rabu (2/4/2025) dini hari WIB. Dia menilai Red Devils tak sepatutnya kalah dari The Garibaldi pada laga di Stadion City Ground tersebut.
Hal itu bukan tanpa dasar. Di City Ground, Man. United sebetulnya lebih mendominasi permainan. Sepanjang laga, mereka bahkan melepaskan total 24 tembakan yang 6 di antaranya tepat mengarah ke mulut gawang tuan rumah yang dikawal Matz Sels. Namun, mereka selalu gagal membongkar pertahanan berlapis tim asuhan Nuno Espirito Santo.

“Selalu membuat frustrasi ketika Anda gagal menang. Terutama ketika, saya pikir jika Anda melihat pertandingan tadi, kami pantas mendapatkan lebih dari kekalahan. Itu lebih membuat frustrasi ketimbang lawan memang lebih baik dari kami,” urai Ruben Amorim seperti dikutip Football5Star.net dari laman resmi Man. United.
Dia menambahkan, “Kami coba mencetak gol, tapi umpan silang akhir, umpan akhir, assist tak ada di sana. Ketika tak memiliki hal itu, kami tak dapat mencetak gol. Namun, kami sudah mengalami situasi seperti ini sepanjang musim. Kami punya banyak tembakan ke gawang dan membuat lawan bertahan, tapi kami lemah pada sepertiga akhir lapangan.”

Upaya Ruben Amorim
Penyelesaian akhir yang buruk memang jadi faktor yang membuat Ruben Amorim sangat frustrasi. Pelatih asal Portugal itu menilai permainan Manchester United kian membaik. Namun, hal itu tak mampu dikonversi menjadi rentetan kemenangan. Red Devils tetap saja labil. Mereka sulit meraih kemenangan beruntun.
Di City Ground, Amorim pun sudah melakukan berbagai cara untuk membuat Man. United mencetak gol penyeimbang. Salah satunya dengan menaruh bek tengah Harry Maguire di lini depan. Dia melakukan hal itu semata-mata untuk membongkar pertahanan kokoh Nottingham yang digalang Murillo dan Nikola Milenkovic.

“Jika Anda menyaksikan laga, terutama pada 15 menit akhir, mereka bertahan di kotak penalti dengan 6 pemain. Jadi, kami perlu lebih banyak orang di dalam kotak penalti. Kami tak bisa melakukan itu dengan kombinasi. Nah, Harry Maguire kuat dalam set piece. Saya pikir dia mungkin pemain terbaik kami saat di kotak penalti lawan,” ujar Amorim lagi.
Di samping kelemahan dalam memuntaskan serangan, ada hal lain yang disesalkan Amorim dari laga melawan Nottingham. Itu adalah gol tunggal Anthony Elanga. Dalam pandangannya, gol itu bisa dicegah andai para pemain Man. United mampu mengganggu dan memutus tansisi lawan dari bertahan ke menyerang.
