ARTICLE AD BOX
Football5Star.net, Indonesia – Pelatih Inter Milan, Simone Inzaghi berharap para pemainnya bisa terus fit sepanjang bulan April ini karena jadwal padat yang didapatkan timnya. Inzaghi menyebut bahwa sulit untuk bermain setiap 3 hari dengan keadaan seperti ini.
Inter baru saja mengalahkan Udinese dengan skor 2-1 dan ini adalah laga pertama dari rangkaian jadwal gila I Nerazzurri di mana mereka akan bermain selama 3 hari sekali selama satu bulan penuh.
Pada laga itu, Inter sudah kehilangan beberapa pemain penting karena cedera, tapi mampu tampil dominan di babak pertama dan unggul 2-0. Namun Inzaghi melakukan pergantian pemain cepat dengan sudah memasukkan 4 pemain baru pada menit ke-60 dengan alasan kebugaran tim.

“Saya tidak akan mengubah apa pun, empat perubahan itu harus dilakukan. Arnautovic dan Frattesi mengalami cedera dan meminta untuk digantikan,” ujar Inzaghi seperti dilansir Football5Star dari Football Italia.
“Dimarco dan Darmian baru pulih dari cedera, Calhanoglu telah memainkan dua pertandingan 90 menit untuk Turki, dan kami akan menghadapi Milan dalam waktu dua hari.
“Asllani akumulasi (untuk lawan Milan) dan kami akan membutuhkan Hakan. Membiarkannya bermain empat pertandingan 90 menit dalam kurun waktu beberapa hari akan membahayakannya.
“Saya (hanya) memiliki lima pemain yang fit di bangku cadangan, De Vrij ada di sana hanya untuk melengkapi. Kami berharap dapat memulihkan mereka yang absen, karena sulit bermain setiap 72 jam.”

Simone Inzaghi Minta Maaf Atas Kartu Merahnya

Inzaghi terkena kartu merah empat menit sebelum laga usai karena masuk ke lapangan untuk melakukan protes terhadap hadangan Jaka Bijol ke Joaquin Correa yang menurutnya pelanggaran. Inzaghi meminta maaf atas hal ini.
“Kartu merah itu benar, karena saya melakukan kesalahan. Namun saya marah atas pelanggaran terhadap Correa, karena itu menyebabkan peluang lain dari Solet dari tendangan sudut berikutnya,” ujar Inzaghi.
“Adrenalin selalu mempermainkan saya. Saya diusir keluar lapangan dan tidak akan berada di pinggir lapangan di Parma.”
