ARTICLE AD BOX
Football5Star.net, Indonesia – Timnas Indonesia disebut takk bisa tiba-tiba menerapkan taktik Total Football ala Belanda bersama Patrick Kluivert. Dibutuhkan banyak uji coba untuk mematangkan perubahan taktik itu.
Skuat Garuda memang menerapkan dua wajah berbeda dalam pertandingan Grup C putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia pada Maret 2025. Mereka menampilkan gaya pressing dan dominan ketika lawan Australia tetapi kalah 1-5 di Sydney, 20 Maret lalu.
Akan tetapi, situasinya berubah saat timnas Indonesia menghadapi Bahrain, lima hari kemudian. Dalam pertandingan lawan Bahrain, Indonesia tampil tak dominan, cuma kuasai 45 persen bola tetap berhasil meraih kemenangan dan raih cleansheet.


Ketua Badan Tim Nasional (BTN) sekaligus manajer timnas Indonesia, Sumardji, menyebutkan kalau memang tim tak bisa langsung berubah pakem permainan. Butuh banyak uji coba untuk mematangkannya.
“Kalau situasi kita belum melakukan uji coba berkali-kali untuk beralih kepada Total Football, saya kira masih harus pragmatis. Yang penting menang,” kata Sumardji dikutip dari One on One tvOne.
Timnas Indonesia Lebih Efektif Main Pragmatis
Faktanya, timnas Indonesia memang tampil lebih efektif ketika main pragmatis. Ketika laga lawan Bahrain contohnya. Indonesia yang cuma kuasai 45 persen bola malah berhasil melepaskan tujuh percobaan dengan tiga tepat sasaran, dan satu berbuah gol.

Berbeda ketika laga melawan Australia. Garuda memang dominan dengan 60 persen penguasaan bola. Nammun dari 11 percobaan, hanya empat yang tepat sasaran, dan satu melahirkan gol.