ARTICLE AD BOX
Timnas Indonesia baru saja menambah amunisi 3 pemain keturunan baru. Salah satunya Emil Audero Mulyadi, kiper Palermo yang punya darah Garuda dari sang bapak. Emil diproyeksikan dapat menambah kedalaman skuad timnas.
Merapatnya pria jangkung 1,92 meter membuat persaingan memperebutkan posisi nomor wahid di bawah mistar gawang Indonesia diprediksi akan sengit. Maarten Paes yang sebelumnya jadi kiper pilihan pertama di rezim STY, harus lebih keras mengupgrade kemampuan bila tidak ingin tergantikan oleh Emil dalam sisa pertandingan Kualifikasi Piala Dunia Zona Asia. Paes dan Emil diyakini akan saling berjibaku untuk merebut hati Kluivert.
Kedatangan Emil juga dipastikan akan mengubah peta kekuatan kiper timnas. Kini tinggal tersisa 1 kursi kosong di bangku cadangan. Ada kans kursi tersebut akan ditempati oleh talenta lokal yang bisa dipanggil. Lalu, siapa saja nama yang berpotensi untuk digaet oleh Kluivert? Mari kita ulas.
Namun sebelumnya, kalian bisa klik tombol subscribe dan nyalakan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan konten terbaru dari Starting Eleven.
Ernando Ari Sutaryadi
Nama yang satu ini masih menjadi kandidat terdepan kiper lokal yang berpeluang melanjutkan kiprah profesional bersama timnas. Ernando Ari sudah belajar banyak hal selama mengenakan seragam timnas di usianya yang baru memasuki 23 tahun. Aset masa depan Persebaya ini memulai pengabdian untuk tanah air sejak di Timnas U16 pada 2017 silam. Fakhri Husaini adalah orang yang memberi Ernando kepercayaan debut dan lantas membawanya mengarungi kompetisi Piala AFF U-16 2018.
Bersama Andre Oktaviansyah, Bagas dan Bagus Kaffa, Komang Teguh hingga Mochamad Supriadi, Ernando jadi pahlawan kemenangan Garuda Nusantara atas rival abadi Thailand di final lewat drama adu penalti 4-3. Aksinya memblok penalti Pongsakorn Innet mengantarkan Indonesia yang bertindak sebagai tuan rumah menggondol piala. Selepas malam indah di Gelora Delta Sidoarjo itu, Ernando mulai disebut generasi penerus Markus Horison dan Kurnia Meiga sebagai kiper jagoan timnas senior.
Benar saja, pemuda kelahiran kota lumpia, Semarang itu sampai pada tahap dikenal khalayak sebagai langganan timnas senior. Shin Tae-yong yang pertama kali memanggil Ernando untuk menjadi portiere di timnya pada penghujung 2021.
Player of The Match: Ernando Ari.
Penyelamatan krusial Nando pada menit 90+11′, berhasil mengunci kemenangan 1-0 Timnas Garuda atas Vietnam.
Satu kata untuk penampilan Kiper berusia 21 tahun ini?#KitaGaruda #BersamaGaruda #GarudaMendunia #GarudaDiPialaAsia #AsianCup2023 pic.twitter.com/reMqUBYi44
— Timnas Indonesia (@TimnasIndonesia) January 20, 2024
Ajang AFF Suzuki Cup 2020 di Singapura jadi batu loncatan untuk naik kelas. Terbukti, meski baru berusia 19 tahun saat itu, Ernando mampu tampil di atas ekspektasi. STY pun bungah dan lanjut untuk menggaransi tempat Ernando di timnas hingga putaran kedua Kualifikasi Piala Dunia 2026. Setidaknya sampai pertengahan 2024, Ernando adalah kiper kesayangan STY.
Kedatangan Maarten Paes yang blasteran Belanda-Kediri membuat zona nyaman Ernando di nomor satu tergusur jelang laga pembuka putaran ketiga kualifikasi. Meski begitu, ia tetap siap sedia di bench jika sewaktu-waktu dibutuhkan, setidaknya hingga lawatan ke Qingdao menghadapi China.
Malang tak dapat diprediksi, pemilik nomor punggung 21 di Bajul Ijo itu dihantam cedera dislokasi bahu saat melawan PSM Makassar di lanjutan Liga 1 yang membuatnya absen cukup lama termasuk dari timnas. Posisinya sebagai pelapis utama Paes digantikan sementara oleh Nadeo Argawinata yang naik pangkat. Ernando terpaksa melewatkan momen gembira saat Marselino Ferdinan cetak brace ke gawang Arab Saudi di GBK.
Dengan kondisinya yang telah berangsur pulih, sekarang saat yang tepat bagi Ernando untuk kembali tancap gas memberikan impresi yang baik di lapangan hijau agar menarik perhatian pelatih baru dari Belanda. Tipikalnya yang gigih, tangguh, dan bermental baja khas Bonek, Ernando diyakini akan segera kembali disebut dalam daftar pemain untuk pemusatan latihan timnas bersama Kluivert.
Nadeo Argawinata
Momen apa yang kalian ingat dengan penampilan Nadeo Argawinata saat mengenakan jersey Garuda? Keberhasilannya menepis penalti gelandang sayap Singapura Faris Ramli di AFF 2020, atau ketika dirinya misuh ke Rizky Ridho di tengah perlawanan versus Thailand?
Apapun itu, yang pasti Nadeo adalah kiper yang sudah teruji kelayakannya jika diberi tanggung jawab mengawal gawang timnas. Karir pria berzodiak Pisces di timnas tak lepas dari campur tangan Shin Tae-yong. Juru taktik berpaspor Korea Selatan menggandeng Nadeo ke dalam skuadnya pada 29 Mei 2021 untuk laga persahabatan menghadapi Oman di Dubai. Walau digasak dengan skor 1-3, STY tetap percaya dengan keahlian Nadeo.
Nadeo Argawinata mendapat pemanggilan Timnas Indonesia untuk ajang kualifikasi Piala Dunia 2026 Round 3.
Good Luck Nadeo
𝗕𝗲𝗿𝗶𝗸𝗮𝗻 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝘁𝗲𝗿𝗯𝗮𝗶𝗸 𝘂𝗻𝘁𝘂𝗸 𝗜𝗻𝗱𝗼𝗻𝗲𝘀𝗶𝗮 #G10RY #BorneoFC #Samarinda #Manyala #WeAreSamarindans pic.twitter.com/HAcSYSQWtI
— Borneo FC Samarinda (@BorneoSMR) August 29, 2024
Sejak itu, si ganteng yang besar dari Persik Kediri selalu dibawa oleh STY dan kerap dipasang sebagai starter. Hanya saja posisinya perlahan tergantikan oleh juniornya, Ernando yang konsisten melejit dari timnas kelompok usia. Suka atau tidak, Nadeo terpaksa mengalah jadi second choice.
Nadeo sempat balas dendam ketika didaftarkan sebagai ban serep bagi Paes di dua kesempatan, yakni waktu Indonesia berjumpa Jepang dan Arab Saudi akibat Ernando yang masuk meja perawatan. Meski begitu, ia tetap saja hanya duduk menyaksikan laga selama 90 menit.
Dengan pertarungan slot kiper yang semakin kompleks, Nadeo sebenarnya masih punya asa untuk gabung bareng Paes dan Emil. Namun, ada sesuatu yang mungkin bisa membuat Kluivert beserta jajaran asistennya berpikir dua kali untuk mengikutsertakan Nadeo ke training center. Apalagi kalau bukan perangainya yang doyan grasak-grusuk saat membela Borneo FC.
Sejauh ini kiper setinggi 187 cm sudah diganjar 2 kartu merah langsung dari saku wasit sehingga mendapat cap negatif dari pecinta sepak bola nasional. Padahal, Nadeo adalah kiper lokal yang masih konsisten menempel ketat Kevin Ray Mendoza dari Persib dalam urusan jumlah clean sheet. Kevin dan Nadeo masih sama-sama punya 9 kali clean sheets.
Tingkah laku seperti itu tampaknya akan mengganggu stabilitas pembangunan skuad Kluivert yang perlu fokus tinggi dan sebisa mungkin menjauhi intrik demi menyelesaikan misi meraih hasil positif di 4 laga sisa.
Muhammad Riyandi
Boleh dibilang, Riyandi adalah kiper timnas yang gerak-geriknya mulai jarang tersorot kamera. Bagaimana tidak, Stopper Persis Solo ini selalu jadi pemanis di antara Paes dan Ernando. Bahkan Riyandi kerap saling bergantian dengan Nadeo untuk menempati sisa slot kiper timnas.
Pria kelahiran Bogor, 3 Januari 2000 memulai debutnya bersama timnas senior pada 2021 dengan hasil amat minor. Jaring gawangnya jebol 5 kali gara-gara ulah pemain Uni Emirat Arab di pertandingan penutup Grup G Kualifikasi Piala Dunia Qatar 2022.
Selain momen kekalahan telak tersebut, Riyandi juga ikut ambil bagian dalam 2 leg Playoff Kualifikasi Piala Asia 2023 kontra China Taipei dan 2 laga ujicoba, masing-masing menghadapi Afghanistan dan Myanmar. Dengan begitu, mantan pemain Barito Putera telah mengoleksi 5 caps bersama timnas senior.
#SIF | BREAKING NEWS
CONFIRMED OUT! Kiper Barito Putera, Muhammad Riyandi (20th) juga dipastikan dicoret dari skuad Garuda. Dirinya mengalami sakit dan tidak bisa memenuhi panggilan Timnas Indonesia. Posisinya akan digantikan oleh Muhammad Adi Satrio (19th). pic.twitter.com/RU33deDUnQ
— Sepakbola Indonesia Fansbook (@garudafansbook) May 5, 2021
Tahun 2023 merupakan masa sulit bagi Riyandi. Cedera robek pada otot ligamen membuatnya menepi untuk beberapa waktu. Akibat musibah di lapangan tersebut, Riyandi tidak bisa ketemu dengan rombongan juara dunia, Argentina yang bertamu ke Jakarta.
AFC Asian Cup 2023 di Qatar jadi momen comeback Riyandi berseragam timnas. Didaulat sebagai kiper ketiga setelah Ernando dan Nadeo, ia menjadi saksi keberhasilan Indonesia menjangkau fase 16 besar. Sementara keikutsertaan terakhir Riyandi adalah saat Indonesia menggulung Arab Saudi 2-0 pada 19 November 2024.
Urusan penampilan di klub, Riyandi terkesan menggendong seluruh pemain Persis di Liga 1 sejauh ini. Catatan lumayan apik dengan 3 kali clean sheets dari 19 laga harus tertutupi bobroknya barisan pertahanan Laskar Sambernyawa. Alhasil, Riyandi dan timnya kini semakin dekat dengan kemungkinan turun kasta musim mendatang karena masih berkutat sebagai juru kunci klasemen.
Muhammad Adi Satryo
Ada peran krusial Adi Satryo di balik kelolosan Indonesia ke putaran ketiga untuk yang pertama sepanjang sejarah. Ya, dialah kiper yang dipasang sebagai eksperimen STY dalam susunan formasi 4-4-2 saat menghadapi Vietnam 21 Maret 2024 di Jakarta.
Laga tersebut dianggap sebagai titik balik performa timnas di ronde kedua setelah di dua laga pembuka malah keok atas tuan rumah Irak dan cuma sanggup bermain tanpa gol atas Filipina di Manila.
Team news: Timnas calling, Adi Satryo!
Baca selengkapnya: https://t.co/etimzksRgC#PSIS pic.twitter.com/uExonBbqXN
— PSIS (@psisfcofficial) August 27, 2024
Keberhasilan Adi memastikan gawang milik Garuda nirbobol dari hujan serangan yang dilancarkan pasukan The Dragon Warriors, membuat STY kembali memasukkan namanya dalam jajaran pemain yang disiapkan untuk 2 laga pamungkas Grup F. Sayangnya, pemilik medali emas SEA Games Kamboja 2023 harus mengalah dari kompatriotnya, Ernando.
Adi memang belum pernah dipanggil lagi untuk membela negara di medan tempur. Caps-nya masih mandek di angka 2. Walau begitu, tidak menutup kemungkinan dirinya yang dipilih oleh Kluivert sebagai representasi kiper lokal.
Itu karena statistik Adi bersama jersey PSIS Semarang terbilang top markotop. Kiper 23 tahun terus menunjukkan tren positif dengan membuahkan 7 clean sheets dari 14 kali bermain. Jumlah tersebut menempatkan Adi di rangking 5 besar sementara calon peraih golden glove Liga 1 musim 2024/25.
Cahya Supriadi
Muncul ke permukaan sebagai alumni Ragunan Soccer School, Cahya Supriadi jadi sorotan mata pendukung timnas saat diandalkan STY selama kompetisi ASEAN Mitsubishi Electric Championship 2024. Usia Cahya yang masih 21 tahun sesuai dengan kriteria STY yang menginginkan isi skuadnya bertabur pemain U-22.
Sebelum turnamen bergulir, Cahya sempat jadi bahan omongan karena dipanggil dari tim kasta kedua, FC Bekasi City. Padahal Cahya milik Persija Jakarta yang sedang disekolahkan ke Bekasi untuk mencari jam terbang yang lebih banyak.
MERAH PUTIH MEMANGGIL
FC Bekasi umumkan 1 pemain nya dipanggil ikuti TC Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2024 akan dimulai pada 26 November.
Pemain itu adalah Cahya Supriadi (03/GK/179 cm) dimana Cahya adalah bagian dari skuad Timnas Indonesia U-20 di Piala AFF U-19 2022. pic.twitter.com/8zcYloRhsD
— Wunderkid.id: Info Sepakbola Usia Muda Indonesia (@wunderkid_id) November 13, 2024
Dari 3 laga dengan sistem home and away yang dijalani timnas di fase grup, Cahya bermain 90 menit penuh saat Indonesia mempermalukan Myanmar 0-1 di Yangon dan saat dipaksa bertekuk lutut 1-0 oleh Vietnam di Phu Tho Provincial Stadium.
Meski gagal mengantarkan Indonesia melangkah ke semifinal, Cahya dinilai sudah punya sedikitnya modal penting untuk menjadi kiper lokal masa depan timnas senior. Rekam jejaknya di pesta sepak bola antar negara Asia Tenggara tahun lalu setara dengan senior-seniornya terdahulu.
Ikram Al Ghifari
Klub Urang Minang, Semen Padang beruntung punya sosok Ikram Al Ghifari. Dengan usia yang masih belia, Ikram sudah punya capaian emas yang jarang dimiliki kiper lain di Indonesia. Ia berkesempatan mencicipi main di pentas sepak bola skala internasional, Piala Dunia U17 2023.
Gelandang legenda timnas, Bima Sakti Tukiman mengandalkan Ikram sebagai kiper utama dan diturunkan dalam pertandingan versus Ekuador, Panama, dan Maroko. Meski terpaksa harus 5 kali memungut bola yang masuk di gawangnya, Ikram tetap dihujani apresiasi atas penampilannya yang cetar.
Episode kecemerlangan Ikram berlanjut saat jadi pilar penting di AFF U19 2024. Selain mempersembahkan mahkota juara, Ikram juga didapuk sebagai Kiper Terbaik AFF U-19 2024 berkat penampilannya yang mengesankan selama turnamen.
Tweet apresiasi kepada Ikram Al Ghifari!
Hari ini berhasil lakukan 6 saves!
Tenang, berani dan fokus. Lanjutkan Ikram!
IG Ikramalgiffari pic.twitter.com/1mmi1qhMl9
— FaktaBola (@FaktaSepakbola) November 10, 2023
Indra Sjafri tetap membawa Ikram dalam timnya hingga kontes AFC U20 China 2025 lalu. Naas, Ikram tak berkutik ketika dibombardir penggawa Iran dan Uzbekistan. Enam gol bersarang di gawangnya dari 2 match tersebut. Untungnya di partai terakhir lawan Yaman, Ikram mencetak clean sheet sekalipun Indonesia ditahan seri 0-0.
Dengan postur 185 cm dan punya refleks yang baik, Ikram bisa jadi pilihan kalau Kluivert mau eksperimen dengan memasukkan kiper darah muda di timnya. Hitung-hitung buat ngetes ketahanan mental si pemain.
Andritany Ardhiyasa
Usianya memang sudah kepala tiga, tapi bukan berarti peluang Andritany untuk kembali mengenakan jersey kiper timnas sudah mati. Justru, ia bisa jadi sosok yang sedang dipertimbangkan oleh staf kepelatihan.
Berawal dari kedatangan Patrick Kluivert plus gerbong asistennya menyaksikan laga antara Persija versus PSBS Biak. Media memang memberitakan kalau mereka akan memantau penggawa timnas seperti Rizky Ridho dan Witan Sulaeman yang memang bergabung dengan Persija.
Selamat berjuang Riko Simanjuntak dan Andritany Ardhiyasa untuk Timnas Indonesia dalam laga kedua Piala AFF Grup B menghadapi Timor Leste nanti malam.
__#PersijaJakarta #PersijaSelamanya pic.twitter.com/rSLVMvmuG2
— Persija Jakarta (@Persija_Jkt) November 13, 2018
Namun, bisa saja Kluivert dkk diam-diam mengamati kinerja Andritany. Bahan pertimbangannya, Andritany adalah kiper yang sudah makan asam garam saat membela lambang Garuda di dada. Dari 18 caps sejak debut pada 2014, Andritany lebih banyak dikenal kurang beruntung karena berada di skuad timnas era kegelapan.
Kini keadaan timnas sudah jauh lebih baik dan sedang menatap masa depan cerah bersama Kluivert. Dengan konsistensi yang ditunjukkan di liga, potensi Andritany masih boleh diadu dengan Paes dan Emil.
John Pigai
Pigai yang ini bukan anak kandung dari Menteri HAM, Natalius Pigai. Dia hanya orang biasa yang sedang menggeluti profesi sebagai kiper di Liga Indonesia. Sebelum PSBS Biak promosi dari Liga 2, mungkin hanya segelintir yang tahu nama John Pigai. Tapi semua itu berubah saat klub asal Kabupaten Biak Numfor menggegerkan publik setelah jadi underdog di kasta tertinggi.
PLAYER TO WATCH!
LIGA 1 2024/25
Jhon Pigai (25/GK) bersama PSBS di musim ini
20 Laga
27 Kemasukkan Gol
3.15 Penyelamatan/Laga
5 Nirbobol
Pada laga kontra MADURA UNITED kemarin sore (8/2), Jhon Pigai catat 5 kali penyelamatan sekaligus nirbobol.
Terakhir kali Pigai… pic.twitter.com/uGzgKw9toh
— . (@Indostransfer) February 9, 2025
Salah satu pion penting yang berjasa atas pencapaian tersebut adalah Pigai. Kiper kelahiran 1999 itu tampil mengesankan dengan membukukan 5 clean sheets dan 63 saves dari 22 pertandingan. Banyak pemain rival yang mengakui kehebatan Pigai yang bikin mereka frustrasi. Tidak salah kalau Pigai menarik perhatian dan jadi buah bibir. Walau tinggi Pigai hanya 173 cm dan tak ideal sebagai kiper, tapi pria asli Wamena ini punya kemampuan refleks yang baik.
Berhubung Pigai diturunkan saat tandang melawan Persija yang kebetulan ditonton Kluivert, bisa jadi ia juga sedang dipertimbangkan untuk masuk timnas. Siapa tahu Kluivert ingin menjadikan Pigai kiper asal Papua pertama yang membela Timnas Indonesia. Jadi football lovers, siapa kiper lokal yang layak masuk skuad Patrick Kluivert?
bola.com, transfermarkt, bolasport, sportdetik, tirto.id, skor.id, liputan6.com, jawapos.com
The post Menebak Kandidat Kiper Lokal di Antara Persaingan Sengit Paes dan Emil appeared first on Starting Eleven.